17 Agustus | Tidak Hanya Proklamasi Tapi Juga Peristiwa Sejarah Lainnya
Tanggal 17 Agustus adalah peristiw sakral bagi bangsa Indonesia. Bahkan sampai ada istilah 'Tujuh Belasan' untuk mengacu pada peringatan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Selain Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus Tahun 1945, ada pula peristiwa penting dalam sejarah yang terjadi pada tanggal 17 Agustus.
Peristiwa dan Hari Penting yang terjadi pada 17 Agustus:
17 Agustus 1858 : Pakubuwana VIII Naik Tahta Sultan Surakarta
Pakubuwana VIII naik tahta di keraton Surakarta menggantikan adiknya (lain ibu) yaitu Pakubuwana VII yang meninggal dunia sebulan sebelumnya.
Nama asli Pakubuwana adalah Raden Mas Kusen, putra Pakubuwana IV yang lahir dari istri selir bernama KRAy. Rantansari putri R. Ng. Jayakartika, seorang menteri Surakarta.
![]() |
| Pakubuwana VIII |
Pakubuwana VIII naik tahta pada tanggal 17 Agustus 1858 menggantikan adiknya (lain ibu) yaitu Pakubuwana VII yang meninggal dunia sebulan sebelumnya.
Pakubuwana VIII naik takhta pada usia lanjut, yaitu pada usia 69 tahun karena Pakubuwana VII tidak memiliki putra mahkota. Ia sendiri adalah raja keturunan Mataram pertama yang tidak melakukan poligami. Pemerintahannya berjalan selama tiga tahun hingga akhir hayatnya.
Pakubuwana VIII digantikan putra Pakubuwana VI sebagai raja Kasunanan Surakarta selanjutnya, yang bergelar Pakubuwana IX.
17 Agustus 1902 : Dibukanya Stasiun Kedungpring
Stasiun Kedungpring dibuka bersamaan dengan selesainya jalur kereta api Dradah–Babat sejauh 16,5 km. Stasiun Kedungpring adalah stasiun kereta api di zaman kolonial belanda yang dikelola oleh lembaga swasta BDSM (Babat Djombang Stoomtram Maatschappij).
17 Agustus 1945 : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Sukarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di halaman rumahnya di Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Proklamasi kemerdekaan ini dilakukan setelah desakan oleh kaum muda. Kaum tua bersepakat segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia setelah Jepang menyerah Tanpa syarat kepada Sekutu (Amerika dkk).
17 Agustus 1950 : Doktrin Realisme Sosialis Lekra
Lekra (Singkata: Lembaga Kebudayaan Rakyat) mendorong seniman dan penulis untuk mengikuti doktrin realisme sosialis. Lekra adalah lembaga kebudayaan yang dekat dengan Partai Komunis Indonesia. Maka, Lekra juga mengusung ideologi sosialisme ke dalam ranah kesenian dan kebudayaan.


Post a Comment for "17 Agustus | Tidak Hanya Proklamasi Tapi Juga Peristiwa Sejarah Lainnya"